Perisa (flavour) daging termasuk dalam kelompok process flavour
yaitu perisa yang utamanya dibuat dengan reaksi kimia dari bahan-bahan
prekusornya. Salah satu prekusor yang dapat digunakan adalah lemak, baik
itu lemak ayam, sapi atau lemak babi. Untuk membuat perisa daging ayam
sering digunakan lemak ayam, khususnya untuk memberi flavor daging ayam
rebus yang aromanya banyak ditentukan oleh komponen-komponen yang
berasal dari hasil degradasi lemak.
Di
samping lemak, ada pula perisa yang dibuat dengan menggunakan ekstrak
dagingnya sendiri, yang dapat dibuat dengan memanfaatkan daging sisa
hasil pengolahan daging di mana daging tersebut biasanya dihidrolisa
dulu agar menghasilkan rasa daging yang sesuai.
Dari
segi kehalalan, seperti dijelaskan pada cara pembuatanya di atas,
perisa harus dicermati karena dapat mengandung lemak hewani, bahkan
lemak babi dan ekstrak daging. Seperti diketahui sebagian perisa adalah
produk impor di mana bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya
diperolah dari negara-negara maju.
Di
negara maju banyak lemak dan sisa-sisa daging babi yang digunakan untuk
pembuatan perisa. Di samping itu, kebanyakan daging dan lemak sapi,
kambing atau ayam diperoleh dari hewan yang kebanyakan tidak disembelih
secara Islami. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang teliti
terhadap perisa daging ini karena kemungkinan tidak halalnya tinggi.
Masalahnya,
perisa daging dalam label hanya ditulis perisa daging seperti perisa
daging ayam, daging sapi, bakso, dll tanpa diketahui bahan pembuatnya
apa. Dengan demikian, untuk menentukan kehalalan perisa daging tidak
dapat dilakukan hanya dengan membaca komposisi pada label saja, harus
ditelusuri bagaimana perisa itu dibuat, sebuah pekerjaan yang tidak
mudah. Apabila dari hasil pemeriksaan perisa daging terbuat dari
bahan-bahan yang halal maka halal lah dia dan sebaliknya.
(Sumber: Jurnal Halal, sumber foto: halalguide.info)


00.30
Farhan

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar