Mungkin,
sebagian masyarakat Indonesia berhasil diyakinkan bahwa /tablet
pelangsing herba lebih aman, dikarenakan kandungan simplisia yang
berasal dari alam. Pada kenyataannya beberapa obat pelangsing serupa
ditarik dari peredaran karena terbukti mengandung senyawa kimia
berbahaya, seperti aristolochic acid. Senyawa ini berbahaya untuk
ginjal.
Di
pasaran, jenis-jenis obat pelangsing yang biasa dijual antara lain yang
pertama berasal dari senyawa golongan amphetamin yang menurunkan nafsu
makan, preparat hormon tiroid yang membakar energi secara berlebihan,
atau juga diuretik, yang menurunkan berat badan dengan mengurangi volume
cairan dalam tubuh. Semua obat pelangsing dapat memiliki efek negatif
terhadap fungsi organ tubuh dan metabolisme jika tidak digunakan sesuai
dosis. Pada individu dengan fungsi ginjal normal, efek penurunan berat
badan yang wajar berkisar 3-4 kg.
Beberapa
obat sering disalahgunakan sebagai pelangsing, antara lain obat
pencahar dan obat diuretik. Padahal keduanya tidak menurunkan berat
badan secara permanen. Efek berat-badan-turun disebabkan oleh
volume/bobot sel mengecil akibat cairan yang dikeluarkan. Jika
berlebihan, dapat terjadi dehidrasi, dan mengingat kerja obat-obat dalam
ginjal dan hati (liver), hal ini dapat berakibat pada gagal ginjal atau
radang hati (hepatitis). Disarikan dari berbagai sumber. (Sumber Halal
Guide)


02.29
Farhan
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar